salah menilai

Saat hari itu kamu mengungkapkan apa yang kamu tangkap tentang ku dan kamu curahkan semua kepada ku, memang saat itu aku merasa aku harus , aku  harus pergi dari kamu demi suatu kejelasan karena memang kamu seperti ingin menjauh dan memutuskan tali silaturrahim. meski memang kenyataan membuat segalanya jauh dari keinginan.

guys, salah faham lalu meninggalkan perkataan di dalam hati nya itu membuat suatu luka bahkan kekecewaan yang mungkin sulit untuk dilupakan, jangan sesekali kamu berkata tanpa kamu memikirkan apa yang akan terjadi..

Allah Subhaanahu Wa Ta'ala  memberi kita mata untuk melihat.
Allah Subhaanahu Wa Ta'ala memberi kita telinga untuk mendengar.
Dan Allah Subhaanahu Wa Ta'ala pula memberi kita akal pikiran untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang tidak.
Dan tidak lupa Allah Subhaanahu Wa Ta'ala juga memberi kita lisan untuk berbicara.
Dari semua hakikat yang Allah Subhaanahu Wa Ta'ala berikan,  Allah Subhaanahu Wa Ta'ala akan meminta pertanggung jawaban atas diri kita.
Dari mata kita melihat perkara sesuatu.terdengarlah dalam telinga kita.
Lalu terbersit di dalam pikiran kita.
Lalu dengan mudahnya kita berkomentar dengan lisan kita.
Ketahuilah sahabat lisan kita yang paling banyak Allah Subhaanahu Wa Ta'ala meminta pertangung jawabannya.
Karna dari lisan kita seseorang bisa bahagia dan seseorang pula bisa menderita / sakit hati.

Karna sebaik-baiknya makhluk adalah yang bisa menjaga lisannya..

wallahu a'lam bisshowab....

ALMUSNID HABIB UMAR BIN HAFIDZ
berkata:
"Hati adalah seperti cermin. Ia akan
mewujudkan apa saja yg tersimpan di
dalam hati seseorang
Jika hati seorang menyimpan
perasaan yg bersih maka penanpilan
orang itu akan menarik perhatian
orang lain karena perilakunya yg
terpuji
Kalau hatinya kotor, maka perilaku
orang itu bagaikan asap yg gelap.
Sehingga budi pekertinya selalu akan
condong kepada keburukan".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pernah berjanji? Pernah mengkhianati ?

Kuliah Atau Kerja

lelahnya hari ini