Sepenggal Kisah Inspirasi
Desember 2011, Aku genap berusia 15 tahun, duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di salah satu SMP Negeri di Jakarta Timur. Kata orang, usia segitu adalah usia monumental untuk mencari jati diri. Masa pancaroba yang penuh gejolak dan semangat kebebasan, termasuk dalam pergaulan. Sebagian dari teman-temanku sudah mulai diberikan kebebasan oleh orangtuanya dalam bergaul. Ada yang diberi motor karena mereka dirasa berhak mendapatkan kendaraan untuk pergi kesekolah dengan layak meskipun masih dalam status seragam putih biru. Ada juga yang boleh pergi ke mana pun dan dengan siapa pun asalkan dengan izin orangtua. Banyak dari temanku yang menggunakan kesempatan izin orangtuanya dengan salah, bebas benar-benar bebas, pergi tak kenal waktu sebelum di tegur orangtuanya. Aku bertanya dalam hati, Salahkah Aku berteman dengan mereka? Aku ingin mempunyai teman-teman yang lebih baik dari mereka agar aku tidak selalu dalam kebebasan. Bukan berarti Aku tidak mau berteman lagi dengan mere...