Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2015

Wanita Cahaya Menurut Islam- Berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik adalah jalan nya

Gambar
Kemudian muncullah cahaya islam ke atas dunia . Cahaya itu mengibaskan kegelapan yang menyelimuti nya. menerangi cahaya redup keterbelakangan dan kerusakan yang mengelilingi nya, lalu mempersembahkan aturan-aturan yang lengkap untuk mengatur kehidupannya, dari sosial, moral, ekonomi bahkan politik. Dengan demikian Islam telah memberikan perhatian dan penghormatan yang besar terhadap wanita, telah memberikan hak-hak dan kewajiban yang sama dengan kaum lelaki, serta menjamin hak mereka sewaktu menyusui, dalam masa idah, dan untuk memperoleh nafkah.. hehe pembahasannya dewasa bgt nih bahasanya apalagi. lanjut yu Sesuatu yang terpenting yang di bawa oleh Islam yang berkenan dengan wanita adalah..... di batasi dengan diperketatnya poligami dengan ketentuan yg ketat, dan dilarangnya mengubur anak perempuan hidup-hidup. Masyaa Allaah.. Bila kitab Injil sangat memperhatikan kaum laki-laki sehingga selalu disebut-sebut tanpa sekalipun menyebut wanita. Maka AlQur'an tidaklah demikian. Al...

Pacaran Itu untuk Putus

Antologi Cerpen "Serpihan Takdir" PACARAN ITU UNTUK PUTUS Rizki Amaliyah Kau seperti nyanyian dalam hatiku Yang memanggil rinduku padamu… ohh Seperti udara yang ku hela, Kau selalu ada… Dealova,Once-- Begitulah sepatah lagu favorit Kami, yang selalu Kami nyanyikan saat Kami bersama. Ku ingat tatapan matanya yang penuh kasih sayang , matanya berbicara seolah Aku lah yang paling Dia cintai dari segalanya. Kejadian itu berbeda dengan hari ini, Dia menghilang , “Kau Selalu Ada” sekarang selalu tiada. Ku menahan rindu, menahan rasa takut kehilangan, yang saat itu Aku sangat mencintainya. Ku ambil telepon genggam ku dan ku kirimkan pesan untuknya. “Ada apa sama kamu? Ada yang salah dari aku? Ngomong aja” Di menit ke lima, sepuluh, tiga puluh, akhirnya dia membalas pesanku. “Ada yang mau aku omongin ke kamu, nanti malam aku telpon ya, aku jelasin semuanya” Katanya “Baiklah, Aku tunggu, jam berapa kamu mau telpon?” Kataku...