Kamu punya masalah?? Di Bahas saat kajian bulanan bersama Ust.Yusuf Mansur
Assalaamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh
Sahabatku..
Adanya suatu masalah tentu datangnya dari Allah
Subhaanahu Wa Ta'aala. Tak satupun manusia yang luput dari cobaan Allah
Subhaanahu Wa Ta'aala, seseorang yang diberikan kesuksesan dan harta berlimpah
maupun orang yang diberi kehidupan yang miskin, itu semua merupakan cobaan dari
Allah Subhaanahu Wa Ta'aala, ketika orang sudah mempunyai hidup yang berada
dengan kekayaan yang berlimpah apakah orang tersebut masih ingat akan
keberadaan Allah Subhaanahu Wa Ta'aala dan tidak bersikap takabur, serta
menghindari hal-hal yag dilarang oleh Allah Subhaanahu Wa Ta'aala. Umat muslim
yang diberikan kekayaan berlimpah dari Allah Subhaanahu Wa Ta'aala hendaklah
dirinya selalu mengingat Allah Subhaanahu Wa Ta'aala dengan melaksanakan shalat
dan menunaikan semua kewajibannya, seperti bersedekah ataupun berpuasa.
Jika kamu dihadapkan dengan masalah berat yang
harus ditentukan oleh pilihan-pilihan yang berat, maka hendaknya kita memohon
petunjuk dengan shalat istikharah dan diikuti dengan puasa sunnah. Hendaklah
setiap saat membaca istighfar dan selalu ingat kepada Allah Subhaanahu Wa
Ta'aala, bahwa semuanya datang dari Allah Subhaanahu Wa Ta'aala. Seperti
dituliskan dalam firman Allah Subhaanahu Wa Ta'aala. “Karena itu, ingatlah kamu
kepada-Ku, niscaya aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku dan
jangan kamu mengingkari nikmatku,” (Qs Al Baqarah (2):152).
Dengan tegas, Allah Subhaanahu Wa Ta'aala melarang
umat manusia menyimpang dari ajarannya dan tidak mengingkari nikmatnya. Jika
manusia selalu takwa kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aala, niscaya Allah
Subhaanahu Wa Ta'aala akan selalu memberi petunjuknya dan memberikan kenikmatan
kepadanya. ” Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kamu akan menambah
(nikmat) kepadamu, jika kamu mengingkari (nikmatku), maka sesungguhnya azab-Ku
sangat pedih” (Qs Ibrahim: 7).
Tanggal 29 Maret 2015 , Alhamdulillah aku di
berikan kesempatan untuk berkumpul dalam kajian bulanan bersama Ustadz Yusuf
Mansur dalam pembahasan Shodaqah, Peningkatan keimanan dan ketaqwaan serta
pembelajaran agar tetap beriman walau di guncang masalah yang berat.
Mari kita lihat QS:Al Ahzab:9-12
(9) "Hai orang-orang yang beriman, ingatlah
akan nikmat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu
tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang
tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu
kerjakan."
> Sahabat, ingatlah kisah-kisah yang terjadi pada
Nabi zaman dahulu, yang dalam peperangan. Allah Subhaanahu Wa Ta'aala
memberikan guncangan yang dahsyat. Dan Allah Subhaanahu Wa Ta'aala
mustahil tidak melihat kita, Allah
Subhaanahu Wa Ta'aala Maha Melihat.. Apapun yang kita kerjakan. Dan
Allah Subhaanahu Wa Ta'aala memberikan
segala kemudahan dan karunia Nya saat itu. Allah Subhaanahu Wa Ta'aala
membukakan lautan untuk Nabi Musa As, Allah Subhaanahu Wa Ta'aala memadamkan
API Nabi Ibrahim As, Subhaanallah..
Maka Sahabatku..
Allah Subhaanahu Wa Ta'aala tidak mungkin
lari dari kita, tidak mungkin menjauh dari kita.. hanya saja saat kita berada
dalam masalah yang begitu berat, disitulah iman kita di uji, iman kita di uji,
iman kita di uji, maka tetaplah beriman walau berada di titik Nadhir .
(10) "(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu
dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan
hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah
dengan bermacam-macam purbasangka."
> Sahabat, tetaplah berhusnuzan terhadap Allah
Subhaanahu Wa Ta'aala,
Jangan sampai seorang hamba dalam hidupnya tetap
dalam keadaan suudzon kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aala. Dalam hadits dari
sahabat jabir, Rasulullah Shalallahu'alaihi Wasallam mengingatkan:
“barang siapa yang berketepatan hati untuk tetap berhusnudzon terhadap Allah
Subhaanahu Wa Ta'aala, laksanakanlah” kemudian membaca ayat 23, surat sajadah
yang artinya: “dan itulah sangka buruk yang kamu duga tentang Tuhanmu, yang
membawa kamu kepada kebinasaan, sehingga jadilah engkau golongan yang sangat
merugi”
Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al khudri, Rasulullah
SAW sedang sakit, Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam berkata kepadanya:
“bagaimana kamu berperasangka kepada Tuhanmu?” ia menjawab: saya berperasangka
baik, Rasulullah bersabda lagi, “berperasangkalah kamu kepada-Nya sesuka kamu,
sesungguhnya Allah Subhaanahu Wa Ta'aala bersama dugaan orang mukmin”.
Bagi orang yang khusus mengetahui betapa Allah
Subhannahu wa Ta'aala telah melimpahkan kasih sayang-Nya kepada manusia dan
mahluk di alam ini. Mereka telah merasakan kenikmatan dari sifat Ar Rahman dan Ar Rahimnya Allah Subhaanahu Wa Ta'aala , ia melihat semua kejadian dan peristiwa apapun yang
dialaminya, ia suka atau tidak, senang atau sengsara, untung atau rugi, sakit
atau sehat, ia melihat semuanya adalah anugerah dari Allah Subhaanahu Wa
Ta'aala , ia berperasangka baik kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aala. Ia tidak
berkeluh kesah terhadap apa saja yang menimpanya, seumpama musibah yang
merenggut harta benda dan nyawa diri dan keluarganya. Ia menerima dengan syukur
dan penuh harapan kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aala, bahkan mengharap ridha
Allah Subhaanahu Wa Ta'aala atas kejadian dan peristiwa tersebut.
(11) "Disitulah diuji orang-orang mukmin dan
digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat."
(12)"Dan (ingatlah) ketika orang-orang
munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata: "Allah dan
Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya".
Mari renungkan QS:Al Baqarah:214
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk
surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang
terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta
digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan
orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan
Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat".
Jadi Sahabat..
Jika kalian sedang dalam masalah yang begitu
berat, tetaplah beriman, jangan goyah , jangan merasa Allah Subhaanahu Wa
Ta'aala tidak ada, jangan suudzon kepada Nya, Allah Subhaanahu Wa Ta'aala pasti
akan selalu bersama kita, jangan sampai mengeluh akan ujian, ingatlah
kisah-kisah di zaman Nabi, di uji hingga bertahun-tahun, dan Nabi Muhammad
Shalallahu'Alaihi Wasallam pun selalu di uji semasa hidupnya.. Tetap tidak ada
kata mengeluh, tidak.. Lalu apa kita? Baru beberapa bulan di haddapi masalah
kita sudah mengeluh tidak kuat? berkata Aina? Aina Allah Subhaanahu Wa Ta'aala?
dimana Allah Subhaanahu Wa Ta'aala ? Ingatlah, sesungguhnya pertolongan
Allah itu amat dekat".
Sekian Sahabat, Rizki Mohon ma'af yang
sebesar-besarnya jika banyak kesalahan dari perkataan dalam penulisan ini,
Semoga bermanfa'at dan mohon sekali koreksinya yaa :-)
Wassalaamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh..
Posting Teruntuk Khusus: SyiarMajelis =
http://syiarmajelis.webs.com/
Subhaanallah.. , mari lanjutkan..
BalasHapus