Resume " Agar Bidadari Cemburu Padamu "
“ AGAR BIDADARI CEMBURU PADAMU”
BY SALIM A. FILLAH
Resume : Rizki Amaliyah
Ummu
Salamah RA. bertanya kepada Rasulullah saw., “Ya Rasulullah, beritakanlah
kepada kami, mana yang lebih utama di surga, wanita di dunia ataukah bidadari
surga?” Rasulullah saw. lalu menerangkan bahwa perempuan dunia di surga sangat
lebih utama dari bidadari surga karena shalat, puasa dan ibadah yang dilakukan
mereka.
Membaca
hadis yang satu ini nih selalu terbersit efek yang menyenangkan di hati.
Bagaimana tidak, kita, wanita dunia, bisa mengalahkan para bidadari di surga
kelak. Ya, Bidadari yang kabarnya bermata jeli, rambutnya berkilau indah, suci
laksana mutiara yang belum pernah tersentuh tangan manusia, berkulit lembut,
kesempurnaan itu ditambah lagi dengan akhlaknya baik (khairat) dan wajahnya
cantik. Masyaa Allaah... Merasa senang sekali, Tapi, kesenangan itu tak
berlangsung lama karena kepala mulai mengingat kualitas ibadah yang masih
amburadul.
Dalam
buku ini, Agar Bidadari Cemburu Padamu, betapa ingin penulis mengajak kita
menghayati arti keshalihan dan makna keimanan sebagaimana Allah dan Rasul Nya
tuntunkan. Hadir membawa semangat, membawa nyala, membawa telunjuk yang siap
mengacung, dan lisan yang siap berbicara.
Kualitas
ibadah benar-benar menjadi tanda tanya besar, jika ingin membuat bidadari
cemburu padamu. Nah, menurutku itulah yang menjadi salah satu tujuan
ditelurkannya buku ini. Penulis ingin mengajak pembacanya [terutama perempuan]
untuk merenungi dan mengenali kembali tentang kualitas pribadi. Dalam buku ini
juga dipaparkan beberapa cerita tauladan dari sosok-sosok pada zaman Rasulullah
yang dapat diambil ibrohnya. Yah, mungkin kita [perempuan_red] tak sebanding
dengan para shohabiyah, tapi usaha untuk meneladani mereka akan menjadi nilai
tersendiri di hadapan Allah SWT. Intinya, untuk dapat 'mengalahkan' para
bidadari butuh perjuangan yang sangat keras dan ISTIQOMAH *ini nih
yang susyah! Enggak syusah sih… kalau ikhlas. Hihihi
Berikut potongan
percakapan Ummu Salamah RA. bertanya kepada Rasulullah saw
Saya
bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”
Beliau
menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah
meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya
putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan,
sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup
abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami
selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah
bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami
memilikinya.’.”
Allahu Akbaar, benar mulia
wanita shalihah itu yaa ukhty, membuat bidadari syurga cemburu pada kita. Kita,
yang mau memperbaiki kualitas ibadah, menjaga keistimewaan-keistimewaan wanita
yang telah diberikan Allah Swt dan lain sebagainya. Islam menjamin hak-hak
wanita, Islam pun menjaga kaum wanita dari segala hal yang dapat menodai
kehormatannya, menjatuhkan wibawa dan merendahkan martabatnya. Bagai mutiara
yang mahal harganya, Islam menempatkannya sebagai makhluk yang mulia yang harus
dijaga. Atas dasar inilah kemudian sejumlah aturan ditetapkan oleh Allah
subhanahu wa ta’ala. Dan agar berikutnya, kaum wanita dapat menjalankan peran
nya sebagai pendidik umat generasi mendatang.
Bisa
terkalahkan oleh wanita dunia. Wanita dunia? Hanya wanita dunia?
Tidak! Wanita dunia yang
tidak sekadar wanita biasa. Akan tetapi, wanita dunia
yang shalihah. Wanita yang memiliki kualitas ibadah sangat baik,
wanita shalihah yang setiap kali disebut nama Allah selalu bergetar
hatinya, wanita shalihah yang selalu tunduk dan taat pada perintah
orang tua dan suaminya, wanita shalihah yang kehadirannya mampu
menghadirkan banyak kebaikan disekelilingnya, dan wanita shalihah yang
selalu menjaga dirinya dengan salat dan puasa. Ya, itulah wanita shalihah yang
meskipun seringkali tidak terkenal di bumi namun namanya sangat terkenal oleh
penduduk langit. Inilah yang membuat betapa cemburunya bidadari surga terhadap
wanita shalihah.
Buku
ini juga menjelaskan bagaimana cara menjadi wanita shalihah. Setelah memaparkan
bagaimana indahnya bidadari syurga, membuat diri ini yang cemburu kepada
mereka, merasa apakah bisa menjadi wanita shalihah yang di cemburui oleh para
bidadari syurga? Sedangkan kualitas diri belum membaik sampai saat ini, penuh
dosa dan kesalahan. Berikan solusinya, jelaskan bagaimana caranya. Buku ini
memaparkan :
Pertama , baca dulu yaa
ukhty…
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ
لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ
جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ
غَفُورًا رَحِيمًا (59)
Hai Nabi, katakanlah
kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin:
"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka."
Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka
tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS.
Al-Ahzab:59)
Ketahuilah, Kami Telah Menurunkan Pakaian
يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا
عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ
ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ
Hai anak Adam,
sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan
pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang
demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan
mereka selalu ingat. ( QS. Al A’raf:26 )
Ya, Allah telah menurunkan pakaian untuk kita. Kita memaknanya untuk menutup
aurat dan memperindah penampilan. Tetapi pakaian yang taqwa itulah yang
terbaik. Taqwa adalah pakaian kesiapan. Maksudnya kesiapan untuk bersedia dan
bersegera mentaati segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan Nya. Aku
tulis juga ya bagaimana sih, kriteria pakaian yang taqwa menurut Islam yang di
jelasskan di buku ini.
1. Menutup
dan melindungi seluruh tubuh, selain yang dikecualikan
“Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakan
perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka
menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, … (
QS, An Nuur:31 )
2. Bukan
Tabarruj
… dan janganlah kamu
berhias, dan bertingkah-laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu. … (
QS. Al Ahzab:33)
3. Kainnya
Tebal
“Dua kelompok termasuk
ahli neraka, aku belum pernah melihatnya, suatu kaum yang memiliki cambuk
seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengan cambuknya dan wanita yang
kasiyat (berpakaian tapi telanjang, baik karena tipis atau pendek yang tidak
menutup auratnya), mailat mumilat (bergaya ketika berjalan, ingin diperhatikan
orang), kepala mereka seperti punuk onta. Mereka tidak masuk surga dan tidak
mendapatkan baunya, padahal baunya didapati dengan perjalanan demikian dan
demikian.” (HR. Muslim 3971, Ahmad 8311 dan Imam Malik 1421 – lihat
majalah Al Furqon Gresik)
Betapa banyak wanita
muslimah yang seakan-akan menutupi badannya, namun pada hakekatnya telanjang.
Maka dalam pemilihan bahan pakaian yang akan kita kenakan juga harus
diperhatikan karena sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abdil Barr, “Bahan
yang tipis dapat menggambarkan bentuk tubuh dan tidak dapat menyembunyikannya.”
4. Kainnya
longgar, tidak sempit, dan tidak jatuh
Selain kain yang tebal dan
tidak tipis, maka pakaian tersebut haruslah longgar, tidak ketat, sehingga
tidak menampakkan bentuk tubuh wanita muslimah. Hal ini sebagaimana terdapat
dalam hadits dari Usamah bin Zaid ketika ia diberikan baju Qubthiyah yang tebal
oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia memberikan baju tersebut
kepada istrinya. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahuinya,
beliau bersabda,
مرْها فلتجعل تحتها غلالة فإني أخاف أن تصف
حجم عظمها
“Perintahkanlah ia agar
mengenakan baju dalam di balik Qubthiyah itu, karena saya khawatir baju itu
masih bisa menggambarkan bentuk tubuh.” (HR. Ad Dhiya’ Al Maqdisi, Ahmad
dan Baihaqi dengan sanad hasan)
5. Tidak
diberi wangi haruman
Naah ini nih problematika
zaman sekarang, ih takut bau badan tau, coba perhatikanlah salah satu sabda
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkaitan tentang wanita-wanita
yang memakai wewangian ketika keluar rumah,
ايّما امرأةٍ استعطرتْ فمَرّتْ على قوم
ليَجِدُوا رِيْحِها، فهيا زانِيةٌٍ
“Siapapun perempuan yang
memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan
baunya, maka ia adalah pezina.” (HR. Tirmidzi)
6. Tidak
menyerupai pakaian laki-laki
Salah satu hadits yang
melarang penyerupaan dalam masalah pakaian adalah hadits dari Abu
Hurairah radhiallahu’anhu, ia berkata
لعن رسول الله صلى الله عليه و سلم الرجل
يلبس لبسة المرأة و المرأة تلبس لبسة الرجل
“Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang
memakai pakaian pria.” (HR. Abu Dawud)
7. Tidak
menyerupai pakaian orang-orang kafir
“ …Barang siapa menyerupai
suatu kaum, maka ia adalah bagian dari mereka..” ( HR. Ahmad dan Abu Dawud
)
8. Bukan
merupakan libasusy syuhrah
“Barangsiapa mengenakan
pakaian syuhrah (untuk mencari popularitas) di dunia, niscaya Allah mengenakan
pakaian kehinaan pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api naar.” (HR.
Abu Dawud dan Ibnu Majah )
Baik, kamu sudah siap
menjadi trendsetter pakaian syar’i. tentu menjadi wanita shalihah tidak cukup
hanya dengan ini, menurut buku ini masih banyak sekali yang menjadi rahasia
untuk para muslimah terkhusus yang ingin memperbaiki kualitas diri.
Pesona diatas pesona, jaga
baik-baik lisan dan perbuatan , jangan sampai menarik perhatian laki-laki
sehingga ingin menikmatinya. Mau caper? Ke Allah saja, begitulah saran dari
buku ini.
Kelas kelas cinta.
Satu; Cinta Allah, Jangan
Bersedih
Dua; Cinta Akhirat: Cinta
Abadi pada yang Kekal di Sisi Nya
Tiga; Cinta Rasulullah :
Mahaguru Cinta Sepanjang Masa
Empat; Iman, Hijrah, Jihad
: Dimana Cinta adalah Warna
Lima; Ayah dan Bunda
Enam; Cinta Semusim :
Mulia Bersama Pengelolaan
Terlihat rumit? Terlihat banyak persyaratan?? Tidak ukhty ! ini adalah petunjuk
dari Allah untuk menjadikan diri seorang muslimah yang Shalihah, kualitas
ibadahnya bagus dan mempunyai hati yang mulus. Membaca kisah para wanita
terdahulu memang sangat memotivasi diri ini agar bias seperti mereka. Mendapat
tempat mulia karena menjadi plihan Allah Swt di syurga Nya. Ukhty mau seperti
itu? Aku juga, hehehe
Setelah membaca buku ini dan menuliskan kembali apa yang terkandung dan maksud
penulis dalam menelurkan buku ini membuat aku semakin bersemangat dalam
memperbaiki kualitas diri dalam ibadah. Bagaimana dengan kamu ukhty shalihah?
Sungguh, berlomba-lombalah dalam kebaikan.
Allahu a’lam bisshowaab
Komentar
Posting Komentar