PKMU Universitas Negeri Jakarta 2017
PKMU UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2017
Minggu, 04 Juni 2017
Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (PKM UNJ) 1 jilid 1 di selenggarakan di Gedung Sertifikasi Guru Lantai 1 mengangkat tema Pemuda Masa Kini, Pemimpin Masa Depan. PKM UNJ diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai prodi yang di Universitas Negeri Jakarta. Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 dan di awali dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an. Di sana juga menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan totalitas perjuangan. Setelah itu dilanjutkan dengan pembahasan tata tertib PKM UNJ dan diskusi kelompok.
Pada pukul 13.00 sampai 15.00 materi pertama tentang Public Relation oleh Bambang Irawan selaku koordinator pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) masa juang 2015.
Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (PKM UNJ) 1 jilid 1 di selenggarakan di Gedung Sertifikasi Guru Lantai 1 mengangkat tema Pemuda Masa Kini, Pemimpin Masa Depan. PKM UNJ diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai prodi yang di Universitas Negeri Jakarta. Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 dan di awali dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an. Di sana juga menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan totalitas perjuangan. Setelah itu dilanjutkan dengan pembahasan tata tertib PKM UNJ dan diskusi kelompok.
Pada pukul 13.00 sampai 15.00 materi pertama tentang Public Relation oleh Bambang Irawan selaku koordinator pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) masa juang 2015.
PUBLIC RELATION – BAMBANG IRAWAN
Pengertian public relation adalah Interaksi dan menciptakan opini publik sebagai input yang menguntungkan untuk kedua belah pihak, dan merupakan profesi yang profesional dalam bidangnya karena merupakan faktor yang sangat penting dalam pencapaian tujuan organisasi dengan secara tepat dan dengan secara terus menerus karena public relation merupakan kelangsungan hidup organisasi yang bersangkutan.
Proses interaksi - Opini publik - Menanamkan keinginan baik - Kepercayaan - Citra yang baik
Interaksi yang menciptakan opini publik untuk menanamkan keinginan baik sehingga mendapat kepercayaan dan citra yang baik.
Tujuan public relation adalah sebagai berikut :
a. Menumbuhkembangkan citra organisasi yang positif untuk publik eksternal atau masyarakat dan konsumen.
b. Mendukung program organisasi
c. Mengembangkan sinergi fungsi organisasi
d. Efektif dalam membangun pengenalan organisasi dan pengetahuan organisasi.
Public Relation merupakan unsur terpenting dalam pembentukan identitas dengan tepat dan benar serta mampu menaruh kepercayaan publik terhadap organisasi.
Mahasiswa dapat memanfaatkan media yang ada untuk membuat konten yang menarik.
Menjalin relasi dan lobi
Interaksi sosial yang dilakukan untuk mendapatkan suatu kesepakatan bersama. Caranya :
1. Niatkan untuk silaturrahim
2. Komunikasi yang baik
3. Memahami situasi dan kondisi
4. Memberikan umpan yang sesuai
Sabtu, 10 Juni 2017
MAHASISWA DAN PERUBAHAN SOSIAL – Muhammad Rusdi
PKM UNJ 1 Jilid 2 (10/6) Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (PKM UNJ) 1 jilid 2 di laksanakan di Gedung Hasyim Ashari lantai 3. PKM UNJ dibuka lebih awal yaitu pada pukul 08.30 dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan totalitas perjuangan. Setelah dibuka, dilanjutkan dengan materi Rekayasa Sosial atau perubahan sosial yang disampaikan oleh Muhammad Rusdi (Deputy President KSPI).
PKM UNJ 1 Jilid 2 (10/6) Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (PKM UNJ) 1 jilid 2 di laksanakan di Gedung Hasyim Ashari lantai 3. PKM UNJ dibuka lebih awal yaitu pada pukul 08.30 dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan totalitas perjuangan. Setelah dibuka, dilanjutkan dengan materi Rekayasa Sosial atau perubahan sosial yang disampaikan oleh Muhammad Rusdi (Deputy President KSPI).
Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. Artinya manusia memiliki kebutuhan dan kemampuan serta kebiasaan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan manusia yang lain, selanjutnya interaksi ini berbentuk kelompok.
Kemampuan dan kebiasaan manusia berkelompok ini disebut jugadengan zoon politicon. Istilah manusia sebagi zoon politicon pertama kali dikemukakan oleh Aristoteles yang artinya manusia sebagai binatang politik. Manusia sebagai insan politik atau dalam istilah yang lebih populer manusia sebagai zoon politicon, mengandung makna bahwa manusia memiliki kemampuan untuk hidup berkelompok dengan manusia yang lain dalam suatu organisasi yang teratur, sistematis dan memiliki tujuan yang jelas,seperti negara.
Mahasiswa, kaum muda pewaris peradaban sebagai actor utama perubahan yang berada dalam sistem.
Perubahan Sosial, Interaksi sosial yang terjadi di masyarakat sehingga mengakibatkan adanya suatu norma, nilai, pranata sosial, sistem budaya, ekonomi, politik dan sebagainya.
Bertujuan untuk mewujudkan peran mahasiswa agar terciptanya suatu tatanan sosial, ekonomi, budaya, politik yang lebih baik. Dengan cara satu kelompok pemuda yang memerhatikan suatu kondisi lingkungan yang membutuhkan suatu perubahan. Pemuda yang memiliki jiwa ingin semua lebih baik akan melakukan perubahan tersebut.
Instrumen Perubahan Sosial
1. Pengetahuan, gagasan(ide), kreasi
2. Modal sosial ( Rasa Solidaritas, Komunalisme )
3. Modal Capital / Uang
4. Teknologi
5. Birokrasi / Rezim
6. Metodologi / Strategi
Visi, Ambisi
berawal dari hati dan pikiranmu wahai Mahasiswa
Kemudian di lanjutkan dengan materi kedua yaitu
URGENSI COUNTER INTELLEGENCE BAGI KEPENTINGAN NASIONAL INDONESIA – Moses Caesar Assa, S.Pd, M.Sc
Counter Intellegence merupakan sebuah kontra terhadap upaya-upaya yang akan menghancurkan sebuah organisasi bahkan Negara. Seharusnya, melakukan Upaya-upaya daripada mencegah dan mempertahankan bangsa dan Negara.
Counter Intellegence merupakan sebuah kontra terhadap upaya-upaya yang akan menghancurkan sebuah organisasi bahkan Negara. Seharusnya, melakukan Upaya-upaya daripada mencegah dan mempertahankan bangsa dan Negara.
Perencanaan dan Operasi Counter Intelligence
Proses siklus intelijen terpakai pada pengumpulan informasi dalam counter intelligence:
a. Ada rencana penyelidikan
b. Instruksi kepada kesatuan bawahan dan samping (setingkat) untuk mengumpulkan bahan-bahan keterangan atas permintaan kesatuan yang lebih tinggi
c. Badan pengumpul bergerak dan berusaha mencari informasi dari segala sumber yang mungkin bisa dimanfaatkan
d. Staf pengolahan mencatat semua informasi yang dilaporkan kepadanya, lalu dinilai dengan metode ilmu intelijen, kemudian barulah dilakukan penafsiran menjadi produk counter intelligence. Produk yang berupa pendapat, ide-ide serta saran tentang lawan itu diserahkan kepada user. Oleh user kemudian dilakukan penyebaran terhadap perkiraan keadaan intelijen.
Mengamati sebuah isu yang terjadi di sekitar
Isu berkembang karena isu-isu tersebut telah mempunyai dukungan publik, yaitu ada kelompok-kelompok yang lain saling mendukung dan memberikan perhatian pada isu-isu tersebut. Menurut Regester & Larkin (2008), pada tahap ini sebenarnya oranisasi masih dapat menjaga agar isu tidak membesar.
Tetapi, seringkali terjadi organisasi kesulitan karena saat mereka memperhatikan satu isu yang dianggap penting ternyata muncul isu susulan. Dalam hal ini, organisasi sebaiknya tidak terfokus pada satu isu tetapi juga memperhatikan isu-isu lainnya. Jika manajemen tidak mau isu berkembang semakin liat maka mereka harus mulai berupaya mengelola arus informasi dengan menyediakan informasi yang aktual, benar, berbasis data dan membuka saluran komunikasi dua arah. Tujuannya adalah agar isu tidak membesar melalui pemberitaan media.
Berikut adalah format mengidentifikasi sebuah isu :
NO.
|
ISU
|
INFORMASI/SUMBER
|
WS/SS
|
PAST/NOW
|
1.
|
Penjelasan mengenai isu yang terjadi
|
Informasi yang terkait dan sumber informasi
|
Termasuk dalam golongan Isu yang kuat ( WS ) atau Isu yang lemah (SS)
|
waktu terjadi, Isu tersebut muncul
|
Hal ini dapat dilakukan dengan pengamatan/penelitian kuantitatif dan kualitatif mengenai bagaimana yang orang rasakan berkaitan dengan isu tersebut, tindakan apa yang telah diambil, bagaimana perusahaan melakukan sesuatu dengan hal tersebut. Secara umum, harus dilihat bagaimana dampak isu tersebut terhadap organisasi dengan melihat posisi perusahaan pada saat ini serta kekuatan dan kelemahannya dalam memposisikan diri untuk berperan dalam pembentukan issue akan membantu untuk memberikan fokus yang jelas bagi tahap perencanaan tindakan.
Sebagai mahasiswa sudah seharusnya memiliki sikap aware terhadap apa yang terjadi di sekitar, terutama Bangsa dan Negara. Pemuda yang akan menjadi pelindung bagi Negaranya, akan ancaman yang datang bertubi-tubi, menghancurkan persatuan dan kesatuan. Sikap kehati-hatian layaknya diiringi dengan tindakan yang nyata, sehingga Negara telah memiliki persiapan untuk menghadapinya.
Komentar
Posting Komentar